Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, DPP Tuntut Polisi Usut Tuntas

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara tersebut tewas setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun
ilustrasi penikaman
ilustrasi penikaman

porenesia.com – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menyatakan rasa duka mendalam sekaligus kemarahan atas tewasnya Agrapinus Rumatora atau Nus Kei. Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara tersebut tewas setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun. Terkait hal itu, peristiwa tragis ini terjadi saat korban baru saja tiba untuk menghadiri acara Musyawarah Daerah Golkar. Pihak DPP Golkar mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas motif dan menangkap pelaku di balik penyerangan tersebut. Oleh karena itu, stabilitas keamanan di wilayah Maluku Tenggara menjadi perhatian serius bagi jajaran pengurus pusat partai tersebut.

Lebih lanjut, insiden bermula ketika Nus Kei baru saja mendarat dari Ambon pada Minggu siang waktu setempat. Seorang pria misterius berjaket merah mendadak menyerang korban tepat di depan pintu keluar. Meskipun demikian, kakak korban sempat melakukan perlawanan dengan membanting pelaku sebelum akhirnya penyerang tersebut melarikan diri dari lokasi. Nus Kei yang mengalami pendarahan hebat sempat berlari kembali ke dalam bandara guna mencari perlindungan serta bantuan. Maka dari itu, petugas keamanan bandara langsung melarikan korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Di sisi lain, tim dokter menyatakan Nus Kei meninggal dunia sesaat setelah tiba di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun. Luka parah pada organ vital akibat senjata tajam menyebabkan korban tidak dapat bertahan hidup lebih lama lagi. Selanjutnya, Sarmuji meminta seluruh kader Golkar di Maluku agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh situasi yang memanas. Ia menekankan pentingnya memberikan kepercayaan penuh kepada kepolisian untuk bekerja secara profesional dalam menangani kasus hukum ini. Sejalan dengan itu, kewaspadaan kader tetap harus ditingkatkan guna menghindari potensi konflik susulan yang tidak diinginkan di daerah.

Pada akhirnya, kasus penikaman tokoh politik ini memicu perhatian luas dari masyarakat dan praktisi hukum di tingkat nasional. Polisi kabarnya telah berhasil mengamankan dua orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi kriminal yang mengejutkan tersebut. Oleh sebab itu, transparansi dalam proses penyidikan menjadi sangat krusial untuk memberikan rasa keadilan bagi keluarga besar almarhum. Partai Golkar berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan tidak mengganggu proses demokrasi internal yang sedang berjalan. Secara keseluruhan, tragedi ini menjadi catatan hitam bagi keamanan pejabat publik saat menjalankan tugas organisasi di wilayah konflik.