Ekonom Sebut Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Dorong Kelas Menengah Atas Beralih ke EV

Pemerintah menaikkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex secara signifikan mulai Sabtu kemarin.
Ilustrasi bbm
Ilustrasi bbm

porenesia.com – Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi akan memicu konsumen menengah ke atas beralih ke kendaraan listrik. Pemerintah menaikkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex secara signifikan mulai Sabtu kemarin. Terkait hal itu, penyesuaian harga ini terjadi akibat lonjakan harga minyak dunia serta dampak konflik militer di Timur Tengah. Konsumen yang biasa menggunakan BBM berkualitas tinggi cenderung mencari alternatif transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Para pengamat memprediksi tren penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) akan meningkat pesat pada kelompok masyarakat tersebut.

Lebih lanjut, Bhima menyoroti tantangan berbeda yang dihadapi oleh kelompok masyarakat kelas menengah dalam beralih ke teknologi listrik. Gangguan rantai pasok global di Selat Hormuz turut memicu kenaikan biaya produksi komponen kendaraan listrik saat ini. Selain itu, pengurangan insentif pembelian kendaraan listrik dari pemerintah pada tahun 2026 menjadi pertimbangan berat bagi calon pembeli. Masyarakat kelas menengah masih menimbang-nimbang antara biaya investasi awal kendaraan listrik dengan beban biaya operasional harian mereka. Maka dari itu, perilaku konsumsi terhadap kendaraan listrik akan sangat bergantung pada stabilitas harga unit dan ketersediaan insentif.

Di sisi lain, kenaikan harga BBM nonsubsidi di wilayah DKI Jakarta mencatat angka yang cukup tajam bagi para pengguna. Harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.400 per liter dari harga sebelumnya yang hanya sebesar Rp13.100 per liter. Selanjutnya, produk Dexlite dan Pertamina Dex juga mengalami kenaikan drastis hingga mencapai angka di atas Rp23.000 per liter. Meskipun demikian, Pertamina masih mempertahankan harga BBM jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green pada level harga tetap. Sejalan dengan itu, langkah ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global sekarang.

Pada akhirnya, pemerintah tetap menjamin ketersediaan serta harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar agar tidak mengalami kenaikan. Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menekan dampak inflasi yang lebih luas terhadap harga kebutuhan pokok di tingkat pasar. Pemerintah memproyeksikan peralihan ke kendaraan listrik menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.Sektor transportasi nasional harus segera beradaptasi dengan dinamika harga energi global yang terus berubah secara tidak terduga. Secara keseluruhan, kenaikan harga BBM nonsubsidi menjadi momentum penting bagi percepatan ekosistem kendaraan listrik di tanah air.