porenesia.com – Video sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyanyikan lagu tidak senonoh viral di media sosial. Unggahan tersebut memicu polemik baru terkait isu pelecehan di lingkungan kampus. Sejumlah mahasiswa tampak bernyanyi dan menari mengikuti lagu ciptaan mereka sendiri. Namun, publik menyoroti lirik lagu yang dinilai mengandung unsur vulgar dan melecehkan perempuan. Fenomena ini memicu perdebatan panas mengenai budaya perpeloncoan verbal di perguruan tinggi.
Lagu berjudul “Erika” tersebut berasal dari Orkes Semi Dangdut Himpunan Mahasiswa Tambang ITB. Karya ini kabarnya telah ada sejak tahun 2020 sebagai hiburan internal organisasi. Namun, liriknya kini menuai kritik tajam karena dianggap melakukan objektifikasi terhadap kaum perempuan. Banyak pihak merasa kecewa dengan konten yang jauh dari nilai akademik tersebut. Isu ini mencoreng citra mahasiswa sebagai agen perubahan dan intelektual muda.
Kasus ini muncul di tengah sorotan publik terhadap dugaan pelecehan verbal di universitas lain. Kemiripan peristiwa ini memicu kekhawatiran besar akan berulangnya persoalan serupa di lingkungan pendidikan. Warganet mengecam isi lagu dan mempertanyakan nilai budaya yang berkembang di dalam kampus. Perdebatan meluas hingga menyentuh batas antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial. Etika mahasiswa menjadi sorotan utama dalam diskusi di berbagai platform digital.
Hingga saat ini, pihak rektorat ITB belum memberikan pernyataan resmi terkait video viral tersebut. Publik menanti klarifikasi serta langkah konkret dari kampus untuk menindaklanjuti polemik ini. Tindakan tegas sangat diperlukan guna memastikan lingkungan akademik tetap aman dan menghargai martabat manusia. Pendidikan karakter harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kesadaran kolektif seluruh civitas akademika menjadi kunci dalam menjaga marwah institusi.




