TANGERANG SELATAN — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM FKM UMJ) bersama Komunitas Kebijakan Kita sukses menggelar diskusi publik bertajuk HEALTHICS (Health & Politics). Acara yang berlangsung pada Sabtu (4/4/2026) di Auditorium FIP UMJ ini mempertemukan ratusan mahasiswa untuk membedah tema “Menakar Peran serta Urgensi Mahasiswa dalam Transformasi Kebijakan Publik”.
Melalui Departemen Kajian Aksi Strategis, BEM FKM UMJ merancang forum ini sebagai upaya nyata meningkatkan literasi politik mahasiswa. Penyelenggara menekankan pentingnya sikap kritis mahasiswa terhadap dinamika politik karena setiap kebijakan publik berpengaruh langsung pada derajat kesehatan masyarakat.
Virdian Aurellio mengawali sesi pertama dengan memaparkan strategi manajemen wacana publik. Ia menjelaskan bahwa dominasi narasi di ruang publik merupakan arena kunci untuk memengaruhi arah kebijakan. Menurutnya, keberhasilan advokasi memerlukan pengemasan data yang komunikatif agar mampu menyentuh emosi publik dan memenangkan persepsi kolektif di media sosial.
Sesi berikutnya menampilkan Manik Marganamahendra yang mengupas fondasi kebijakan publik dari sudut pandang relasi kekuasaan. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang ideal harus berdiri di atas landasan bukti ilmiah dan empati. Mahasiswa memiliki posisi strategis untuk mengawal proses ini guna memastikan terciptanya keadilan sosial melalui kajian-kajian yang mendalam.
Niti Emiliana kemudian menutup rangkaian materi dengan menyoroti peran spesifik mahasiswa kesehatan. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dalam isu krusial seperti BPJS dan stunting. Ketua Pelaksana, Dhieya Lavinaliya, serta Ketua BEM FKM UMJ, Teddy Pratama, berharap kegiatan ini memicu aksi nyata mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah yang mampu mendorong kebijakan lebih responsif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.




