Padel Pro Academy resmi diluncurkan untuk memperkuat pembinaan talenta padel Indonesia sekaligus mempersiapkan atlet menuju ajang internasional.
PADEL Pro Indonesia resmi meluncurkan Padel Pro Academy di Padel Pro Signature Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 19 September 2026. Akademi ini hadir untuk mendukung pengembangan bakat padel di Indonesia melalui program latihan terstruktur bagi pemain dari berbagai usia dan level, dengan pendampingan para pelatih top dunia yang berpengalaman.
Padel Pro Academy Director Giorgio Soemarno mengatakan peluncuran akademi tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan olahraga padel di Indonesia. Menurut dia, komitmen itu tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap fasilitas dan komunitas, tetapi juga melalui pengembangan talenta secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Tujuan kami adalah melihat lebih banyak pemain muda Indonesia berkembang menjadi atlet yang suatu hari nanti dapat mewakili negara di kancah internasional,” ujarnya.
Technical and Methodology Director Padel Pro Academy David Garrido mengatakan pihaknya ingin membangun fondasi pembinaan melalui pelatihan yang tepat, lingkungan yang kompetitif, serta jalur pengembangan yang terarah. Akademi ini terbuka untuk semua usia, mulai dari anak usia 3–4 tahun hingga peserta berusia lebih dari 60 tahun.
Pria yang telah berkecimpung di industri padel selama lebih dari 18 tahun dan pernah menjadi pelatih tim nasional Bahrain itu mengatakan metode yang diterapkan telah teruji. David juga mengadopsi beberapa metode yang pernah ia pelajari tatkala bekerja untuk sebuah perusahaan asal Inggris sebagai global head of padel.
Dengan begitu, pembinaan, kata dia, tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik pukulan, tetapi juga pengembangan pemain secara menyeluruh dengan menggabungkan teknik, taktik, dan kemampuan mengambil keputusan di lapangan.
“Bagi kami, sangat penting untuk memahami permainan, membuat peserta percaya diri, dan mampu mengambil keputusan di lapangan. Itu akan menjadi hal yang sangat penting,” kata dia.
Meski terbuka bagi pemain dari berbagai usia, David mengatakan Padel Pro Academy akan memberikan perhatian khusus kepada talenta muda. Menurut dia, akademi tersebut ingin membina bakat-bakat muda sejak dini agar dapat berkembang menjadi pemain profesional hingga berpeluang memperkuat tim nasional Indonesia.
Setiap sesi latihan akan dianalisis untuk mengevaluasi teknik, taktik, kekuatan, dan kelemahan pemain serta memantau perkembangan mereka secara berkala.
Dalam rangkaian peluncuran Padel Pro Academy, digelar pula exhibition match yang menghadirkan pemain-pemain muda berbakat hingga atlet nasional yang akan berlaga di Asian Games 2026 di Jepang. Semuanya akan bertanding termasuk berhadapan dengan pemain internasional dari Spanyol, Argentina, dan Swedia.
Padel akan menjadi salah satu olahraga debutan yang dipertandingkan pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Tiga dari delapan atlet Indonesia yang akan berlaga di ajang tersebut, yakni Giorgio Soemarno, Armando Soemarno, dan Valentinus Dyas, merupakan bagian dari Padel Pro Indonesia dan tergabung dalam skuad putra.
Giorgio Soemarno mengatakan exhibition match tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet yang akan berlaga di Asian Games untuk menunjukkan hasil latihan yang telah mereka jalani selama 34 hari di Spanyol. Menurut dia, pertandingan itu sekaligus menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kepada publik perkembangan mereka sebelum tampil di Asian Games 2026.
Sebagai atlet yang akan mewakili Indonesia, Giorgio mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya akan berjuang sekuat tenaga di Asian Games 2026. Menurut dia, hasil pertandingan menjadi urusan berikutnya. Hal terpenting adalah memberikan kemampuan terbaik, terus berjuang, dan berusaha semaksimal mungkin.
“Kalau hasilnya bagus ya alhamdulillah saja,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Mochtar Sarman mengatakan federasi tidak memberikan target khusus kepada atlet yang akan berlaga di Asian Games 2026. Sebagai cabang olahraga yang baru pertama kali dipertandingkan di ajang tersebut, para atlet diharapkan dapat tampil lepas tanpa tekanan sehingga mampu memberikan kemampuan terbaik.
Selama menjalani pemusatan latihan di Spanyol, kata Mochtar, para atlet telah mempersiapkan diri secara matang sebelum bertanding. Persiapan tersebut mencakup peningkatan keterampilan, latihan fisik, pemenuhan nutrisi, hingga penguatan mental. Para atlet padel Indonesia dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Jumat, 25 September 2026.
“Yang paling penting apa yang mereka sudah latihan, sudah pelajari di Spanyol, itu membuat mereka sudah lebih baik,” ujarnya.
Adapun exhibition match yang digelar bersamaan dengan peluncuran Padel Pro Academy sekaligus menjadi acara perpisahan bagi para atlet yang akan bertanding di Asian Games 2026. Pertandingan padel pada ajang tersebut akan berlangsung di Pusat Olahraga Higashi, Kota Nagoya, Jepang, pada 28 September hingga 3 Oktober 2026. (*)





