Polisi Tetapkan 162 Tersangka Karhutla

Kasus Karhutla

Polisi menetapkan 162 tersangka kebakaran hutan dan lahan. Total ada 219 perkara terkait karhutla yang tersebar di berbagai daerah.

DIREKTUR Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Brigadir Jenderal Mohammad Irhamni mengatakan penyidik telah menetapkan 162 tersangka perihal kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah di Indonesia. “Total ada 219 perkara terkait karhutla yang tersebar ke masing-masing Polda,” kata Irhamni dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, dikutip dari tayangan YouTube Kemenkopolkam, Kamis, 17 September 2026.

Irhamni merinci Kepolisian Daerah yang menyidik kasus karhutla. Mulai dari Polda Kalbar 65 perkara, Polda Riau 57 perkara, Polda Sumsel 24 perkara, Polda Kalteng 25 perkara, Polda Kaltim 16 perkara, Polda Jambi 14 perkara, Polda Kalsel 9 perkara, Polda Aceh 2 perkara, Polda Kaltara 2 perkara, Polda Lampung 2 perkara, Polda Sulsel 1 perkara dan Polda Sulteng 2 perkara.

Dari total perkara, terbagi dalam kasus yang masih dalam penyelidikan ada 54 perkara, kemudian penyidikan ada 116 perkara. “Dari total kasus itu yang sudah ditetapkan tersangka 162 orang,” ucap Irhamni.

Selain menyidik perorangan, polisi juga tengah mengusut dugaan kebakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan korporasi. Ada 33 korporasi yang tengah ditelusuri oleh Polda Kalbar, 10 korporasi di Polda Kalsel, 7 korporasi di Polda Kaltim, 14 korporasi di Polda Kalteng.

Kemudian di Polda Kaltara ada 3 korporasi, di Polda Sumsel ada 16 korporasi, di Polda Riau ada 6 korporasi, di Polda Jambi ada 2 korporasi, di Polda Lampung 3 korporasi, dan di Polda Bangka Belitung ada 1 korporasi. “Total 95 korporasi,” ucap Irhamni.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, memerintahkan Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk bekerja total (all out) mengerahkan jajarannya mengecek dan mendalami unsur pidana yang mungkin dilakukan perusahaan pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

“Saya minta tidak usah lagi ada macam-macam, kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya, dan bila perlu, setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,” ujar Prabowo dalam keterangan resminya, Kamis, 17 September 2026.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana sekaligus Direktur Mitigasi Bencana BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan ada enam wilayah prioritas perihal penanganan Karhutlah. Di antaranya Kalimantan Barat dengan tujuh titik api dengan luas lahan terbakar 122,9 hektare dan sekitar 65 hektare telah dipadamkan.

Jarak pandang di beberapa daerah di Kalbar berkisar kurang dari 1 kilometer. Antara lain di Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, Ketapang, Kubu Raya, Sintang, Kapuas Hulu dan Kota Singkawang. Sedangkan untuk data kebakaran di Kalimantan Tengah per kemarin ada 218 hektare lebih dengan 94 titik api. Yang berhasil dipadamkan ada 108,7 hektare.

“Mudah-mudahan tidak ada titik api baru dan seluruhnya bisa dipadamkan hari ini,” kata Berton, Kamis, 17 September 2026.

Jarak pandang juga pendek, kurang dari 1 km. Di Kalimantan Selatan ada 36 titik api dengan uas lahan terbakar 131 hektare lebih dan yang berhasil dipadamkan 96,8 hektare. Dengan jarak pandang di bawah 6 km. Di Kalsel, penerbangan tidak terganggu.

Untuk wilayah Sumatera Selatan, per kemarin luas lahan terbakar ada 531 hektare lebih dengan jumlah titik api sebesar 24. Yang berhasil dipadamkan 240 hektare. Dengan visibilitas di bawah 4 km dan penerbangan relatif normal.

Sedangkan untuk wilayah Jambi, ada 39 titik api yang ditemukan dengan luas lahan yang terbakar 106 hektare lebih. Yang berhasil dipadamkan 65 hektare. Jarak pandang di bawah 1 km terutama di pagi hari, dengan kualitas udara menuju sangat tidak sehat. BNPB juga mencatat penerbangan ke Jambi kemarin tidak sepenuhnya normal karena ada beberapa yang mengalami penundaan.

Kemudian untuk Riau, ada 53 hektare lebih lahan yang terbakar dengan jumlah 21 titik api dan yang berhasil dipadamkan lebih dari 29 hektare. Yang belum berhasil dipadamkan 23,8 hektare. Jarak pandang di sana berkisar antara 4 sampai 8 km dengan kualitas udara dari sedang sampai sangat tidak sehat, dan penerbangan relatif normal.