Resmi Digelar, JICAF 2026 Coba Pertemukan Beragam Dunia dalam “The World We Draw”

Opening JICAF 2026

Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026 resmi dibuka dengan mengusung tema The World We Draw. Gagasan ini menempatkan ilustrasi bukan sekadar karya visual, melainkan medium bagi kreator untuk membentuk, menerjemahkan, dan membagikan dunia dari perspektif masing-masing.

Memasuki penyelenggaraan keempat, JICAF berkembang dari sebuah art fair menjadi ruang pertemuan bagi ekosistem kreatif yang melibatkan artists, brands, communities, dan berbagai creative players. Pameran, program, dan kolaborasi yang dihadirkan tahun ini memperlihatkan bagaimana ilustrasi dapat bergerak melampaui medium dan beririsan dengan berbagai bidang.

Sunny Gho, Co-Founder & Fair Director JICAF mengatakan, “The World We Draw adalah tentang bagaimana setiap kreator punya dunianya sendiri untuk dibagikan. Bagi kami, JICAF adalah ruang yang mempertemukan dunia-dunia tersebut, sekaligus membuka kesempatan agar karya, ide, dan kreativitas bisa bertemu dengan lebih banyak pihak.”

Semangat tersebut terlihat dari keberagaman seniman yang hadir, antara lain Rinaldo Hartanto x LEKAT, Stereoflow, Machine 56, Pronto Pixel, BART, dan Fluxcup. Masing-masing membawa karakter dan pendekatan visual yang berbeda ke dalam ruang JICAF.

Salah satunya Stereoflow yang berkolaborasi dengan Psychloop melalui Special Drop. Kolaborasi ini berangkat dari ketertarikan terhadap sepeda dan pengalaman bersama cycling community, kemudian diterjemahkan menjadi produk bagi everyday cyclists yang memadukan fungsi dan kreativitas.

“Kolaborasi Stereoflow dan Psychloop lahir dari shared passion terhadap sepeda dan pengalaman yang tumbuh bersama cycling community. Melalui Special Drop di JICAF 2026, kami ingin menghadirkan produk yang bukan hanya fungsional untuk everyday cyclists, tetapi juga membawa kreativitas dan semangat untuk membuat pengalaman bersepeda terasa lebih menyenangkan,” pungkas Stereoflow.

Sementara itu, Fluxcup menghadirkan pendekatan interaktif melalui DUBKIL PROJECT (Dubbing Kilat). Pengunjung dapat merekam video secara langsung di area pameran untuk kemudian mendapatkan versi dubbing dengan gaya absurd dan nihilist khas Fluxcup dalam waktu sekitar 10 detik.

“Untuk exhibition ini, saya membawa signature style saya melalui DUBKIL PROJECT. Pengunjung bisa langsung merekam video di lokasi dan audionya akan di-redub dalam waktu sekitar 10 detik dengan gaya absurd dan nihilist saya. Tidak ada script, retake, atau request hasil akhirnya langsung menjadi bagian dari proyek ini,” tutur Fluxcup.

Ketika Ilustrasi Bertemu Dunia yang Lebih Luas

JICAF 2026 juga memperlihatkan bagaimana ilustrasi dapat berkembang ketika bertemu dengan bidang lain, mulai dari fashion dan craft hingga budaya populer dan material.

Rinaldo Hartanto x LEKAT mempertemukan ilustrasi, fashion, dan craft melalui eksplorasi folklore dan volcanic imagery. Kolaborasi ini menggunakan leftover fabrics dari LEKAT yang diolah dengan teknik patchwork menjadi produk seperti Patchwork Bag dan Cap.

Di sisi lain, JICAF 2026 menjadi platform peluncuran Disney Jajan, kolaborasi Disney Indonesia dengan ilustrator lokal yang difasilitasi enMasse sebagai penyelenggara JICAF. Proyek ini mengajak ilustrator menerjemahkan karakter Disney, khususnya Stitch dan Angel, melalui perspektif budaya jajanan dan street food Indonesia.

Tiga ilustrator, yakni Ykha Amelz, WD Wily, dan Liunic, menghadirkan interpretasi berbeda terhadap karakter tersebut dengan gaya visual dan perspektif masing-masing.

JICAF juga menggandeng TACO, perusahaan penyedia solusi building material, sebagai salah satu brand partner. Kolaborasi ini memperlihatkan kemungkinan pemanfaatan material sebagai bagian dari proses creative arts sekaligus dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada akhirnya, The World We Draw bukan hanya tentang apa yang kita gambar, tetapi juga tentang dunia yang terbentuk ketika berbagai perspektif bertemu. Kami ingin JICAF terus menjadi tempat di mana kreator bisa menemukan audiens, membangun koneksi, dan melihat lebih banyak kemungkinan dari karya mereka,” tutup Sunny Gho.

Melalui berbagai karya dan kolaborasi tersebut, JICAF 2026 memperluas peran ilustrasi sebagai titik temu antara kreator, komunitas, industri, dan publik. Ilustrasi tidak berhenti sebagai karya di ruang pamer, tetapi menjadi medium untuk membangun percakapan dan membuka kemungkinan kolaborasi baru.