Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga Sambangi 7 SD di Kawasan Transmigrasi, Dorong Pembelajaran Partisipatif Kolaboratif

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga memulai kunjungan ke tujuh sekolah dasar di kawasan transmigrasi pada Selasa, 4 Agustus 2026, guna memperkuat pembelajaran partisipatif kolaboratif.
Kunjungan Tim ke SD 36 Wasegi Indah

Manokwari – Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui sektor pendidikan. Salah satu tim yang diterjunkan berasal dari Universitas Airlangga (Unair) dengan fokus mengembangkan pembelajaran partisipatif kolaboratif di sejumlah sekolah dasar kawasan transmigrasi.

Kunjungan perdana tim dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, dengan menyambangi sekolah-sekolah dasar yang tersebar di wilayah transmigrasi SP 1, SP 2, SP 3, dan SP 4.

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga dipimpin oleh Dr. Mochtar Luthfi, selaku Kepala Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Airlangga, bersama lima anggota tim yang akan mendampingi proses pelaksanaan program di lapangan. Secara keseluruhan, tim menyasar tujuh sekolah dasar sebagai mitra pelaksanaan program pembelajaran partisipatif kolaboratif. Program ini dirancang untuk membangun proses belajar yang melibatkan guru, peserta didik, serta masyarakat secara aktif sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih kreatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, program unggulan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia yang menerjunkan 1.476 akademisi dan pemuda-pemudi unggul ke 53 kawasan transmigrasi prioritas nasional. Melalui program tersebut, para peserta tidak hanya melakukan riset dan pemetaan potensi daerah, tetapi juga memberikan pendampingan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Salah satu sekolah yang menjadi lokasi kunjungan adalah SD Negeri 36 Wasegi. Kehadiran tim mendapat sambutan positif dari pihak sekolah yang menilai program ini mampu memberikan dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Kepala SD Negeri 36 Wasegi, Ni Luh Sudani, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah yang ia pimpin sebagai salah satu sasaran program.

“Sebelumnya saya sampaikan terima kasih kepada tim karena sudah melibatkan sekolah kami di program ini. Saya pribadi selaku Kepala Sekolah 36 Wasegi menerima dengan sangat baik program ini karena ini sangat membantu peningkatan proses pembelajaran di sini,” ungkap Ni Luh Sudani.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi kesempatan berharga untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Ni Luh Sudani juga mengungkapkan bahwa kehadiran Tim Ekspedisi Patriot menjadi momen yang sangat berkesan karena bertepatan dengan akhir masa jabatannya sebagai kepala sekolah.

Ia menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan masa purna tugas, kepemimpinan SD Negeri 36 Wasegi akan dilanjutkan oleh Nurhayati, M.Pd. Momentum tersebut diharapkan menjadi awal yang baik bagi keberlanjutan program pembelajaran partisipatif kolaboratif di sekolah sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh guru dan siswa pada masa mendatang.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, Tim Ekspedisi Patriot 2026 diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan daerah transmigrasi sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.