porenesia.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan dukungannya terhadap usulan strategis agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalokasikan sebagian laba perusahaan untuk mendanai kegiatan riset dan inovasi. Menurut pandangan Presiden, penguatan sektor riset merupakan salah satu langkah krusial untuk mendorong kemandirian industri nasional di masa depan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta. Pemerintah menilai inovasi berbasis iptek harus menjadi motor penggerak utama bagi korporasi milik negara.
Meskipun menyetujui usulan tersebut, Presiden secara spontan sempat mempertanyakan realitas perolehan laba dari perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut. Namun, ia mengeklaim bahwa dalam satu tahun terakhir, kinerja keuangan BUMN sudah mulai menunjukkan tren positif dengan mencetak keuntungan. Prabowo juga sempat memberikan apresiasi kelakar kepada jajaran manajemen badan pengelola investasi Danantara atas pencapaian kinerja keuangan tersebut. Peningkatan profitabilitas ini menjadi modal penting agar program kontribusi dana riset nasional dapat segera direalisasikan secara konkret oleh sektor korporasi.
Pangkas Ratusan Anak Usaha demi Transparansi
Presiden kemudian menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah gencar melakukan penataan total terhadap jumlah dan tata kelola BUMN agar jauh lebih efisien. Menurutnya, perusahaan negara harus memiliki struktur organisasi yang rasional dan tidak boleh terbebani oleh biaya operasional yang tidak produktif. Dari total lebih dari 1.000 BUMN beserta anak perusahaannya, pemerintah dilaporkan telah resmi menutup lebih dari 200 entitas bisnis. Target jangka panjang dari program perampingan ini adalah menyisakan sekitar 250 hingga 300 perusahaan inti saja yang beroperasi di tanah air.
Prabowo menilai langkah penyederhanaan dan efisiensi birokrasi ini sangat diperlukan agar anggaran negara dapat dialokasikan untuk kepentingan masyarakat luas. Ia mengkritik keras fenomena banyaknya anak usaha BUMN yang selama ini tidak menghasilkan keuntungan namun tetap memakan biaya tinggi. Penutupan ratusan entitas tersebut otomatis memotong jalur pemborosan anggaran untuk membayar fasilitas gaji jajaran direksi serta komisaris yang tidak produktif. Pemerintah menargetkan proses pembenahan struktural ini wajib rampung seluruhnya dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
Perkuat Sinergi Kampus dan Dunia Industri
Selain penataan internal perusahaan, Kepala Negara juga menyambut baik usulan mengenai penguatan kerja sama riset antara dunia perguruan tinggi dengan institusi global. Keterlibatan aktif kampus-kampus dari berbagai daerah dinilai akan mempercepat hilirisasi hasil penelitian menjadi produk industri yang bernilai ekonomis tinggi. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi regulasi kemitraan internasional tersebut demi menaikkan standar kualitas riset di Indonesia. Kolaborasi multi-sektor ini diharapkan mampu membawa produk teknologi lokal bersaing di pasar global.
Melalui kombinasi efisiensi struktur BUMN dan penguatan ekosistem riset nasional, pemerintah optimis kemandirian ekonomi bangsa dapat terwujud lebih cepat. Korporasi negara dituntut untuk bekerja secara lebih profesional, transparan, dan benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Transformasi ini menjadi bagian dari visi besar jangka panjang untuk membersihkan lingkungan badan usaha dari praktik manajemen yang koruptif. Rakyat kini menanti hasil nyata dari komitmen rasionalisasi serta pembersihan massal birokrasi BUMN tersebut.





