Manokwari – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengambil langkah nyata untuk memajukan pendidikan di kawasan transmigrasi Tanah Papua. Kali ini menjalin sinergi strategis dengan Pemerintah Distrik Prafi dan Distrik Aimasi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Sinergi ini mereka bangun guna merancang serta menyukseskan program pengembangan pendidikan sekolah dasar (SD) yang berpusat pada kebutuhan masyarakat setempat.
Pertemuan koordinasi intensif ini mereka gelar untuk membangun jalur komunikasi yang lebih efektif antara pihak akademisi, pemerintah daerah, dan warga transmigran. Dalam pertemuan tersebut, Pengurus Distrik Aimasi, Bapak Petrus, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus memaparkan kondisi terkini pendidikan di wilayah kerjanya. Ia menjelaskan secara gamblang bahwa pendidikan dasar masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan perhatian sangat serius dari berbagai pihak.
“Meskipun angka partisipasi sekolah anak-anak di Distrik Aimasi sudah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, kita masih perlu berbenah. Saat ini, kami sangat membutuhkan sistem pendidikan yang inklusif. Selain itu, tenaga pendidik harus memperkuat sinergi dengan para orang tua murid. Program kolaborasi semacam ini belum pernah kami laksanakan sebelumnya, sehingga kehadiran Tim Patriot sangat kami butuhkan,” ungkap Bapak Petrus dengan penuh harap.
Kondisi serupa juga mewarnai wilayah tetangga. Pengurus Distrik Prafi, Bapak Choky Hutapea, menyoroti berbagai kendala infrastruktur dan sumber daya yang masih membelenggu proses belajar mengajar. Ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan solusi taktis atas segala keterbatasan yang ada.

“Pendidikan sekolah dasar di Distrik Prafi masih terkendala oleh banyak hal. Kita sangat memerlukan model pembelajaran yang efektif. Tim ekspedisi mesti mengoptimalkan program ini untuk menyiasati keterbatasan jumlah tenaga pendidik dan minimnya ketersediaan ruang sekolah,” tegas Bapak Choky saat memberikan arahan kepada tim.
Menanggapi tantangan dan realitas lapangan dari kedua pengurus distrik tersebut, Tim Ekspedisi Patriot UNAIR langsung menyambut baik seluruh masukan yang mereka terima. Koordinator Tim Ekspedisi Patriot, Imam Gazi, menyatakan komitmen penuh timnya untuk bekerja keras merumuskan metode pendampingan yang adaptif dan tepat sasaran.
“Gayung bersambut, kami menerima dan mencatat semua masukan berharga dari pihak pengurus Distrik Prafi maupun Distrik Aimasi. Kami menyatakan siap melakukan sinergi bersama, turun langsung ke lapangan, dan mengabdikan diri sepenuhnya demi kemajuan pendidikan dasar di kawasan transmigrasi Prafi dan Aimasi,” imbuh Imam Gazi dengan antusias.
Melalui kolaborasi aktif ini, pemerintah daerah menaruh harapan besar kepada Tim Patriot. Sinergi lintas sektor ini bertujuan menciptakan ekosistem belajar yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa. Ke depannya, program ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat guna memastikan keberlanjutan pendidikan yang layak di Tanah Papua.





