Setop Pasokan Saat Libur Sekolah, Badan Gizi Nasional Hemat Anggaran SPPG Rp3 Triliun

"Dengan tidak didistribusikannya MBG, maka seluruh SPPG yang tidak beroperasi tidak akan mendapat insentif," ucap Wakil Kepala BGN Sari.
BGN
BGN

porenesia.com – Badan Gizi Nasional sukses melakukan efisiensi anggaran insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebesar Rp3 triliun lebih. Langkah penghematan besar-besaran ini terjadi karena instansi menghentikan sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis selama masa libur sekolah.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan kebijakan penonaktifan operasional tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026. Regulasi baru ini menegaskan bahwa seluruh mitra SPPG yang tidak berproduksi otomatis tidak akan menerima kucuran dana insentif.

Secara rinci, total potensi sisa anggaran yang berhasil diselamatkan pemerintah pusat mencapai angka Rp3.004.560.000.000 selama delapan belas hari. Sari menilai momentum liburan sekolah secara formal menjadi waktu yang paling tepat untuk membenahi tata kelola program.

Aturan ketat ini sekaligus menyelaraskan kalender akademik terbaru yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Berdasarkan data kementerian, periode hari libur panjang bagi seluruh siswa sekolah terjadwal mulai tanggal 22 Juni mendatang.

Manajemen baru BGN juga resmi menghapus sistem penyaluran metode paket gabungan (bundling) yang sebelumnya jamak berlaku saat Ramadan. Pemerintah kini memilih fokus menerapkan standardisasi baku baku mutu pelayanan serta optimalisasi penggunaan sumber daya finansial negara.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebelumnya mengonfirmasi bahwa penghentian sementara operasional ini bertujuan untuk melakukan proses evaluasi menyeluruh. Langkah pengawasan ketat tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas mutu makanan bagi anak sekolah di masa depan.