Cuma Modal Ngobrol dengan Meta AI, Peretas Sukses Ambil Alih Akun Instagram Korban

"Kata sandi akun saya berubah tanpa sepengetahuan saya sepanjang hari," tulis peneliti keamanan siber Jane Manchun Wong di platform X.
Meta Ai
Meta Ai

porenesia.com – Chatbot kecerdasan buatan milik Meta Platform terbukti pernah dimanfaatkan oleh para peretas untuk membajak akun Instagram pengguna lain. Celah keamanan fatal tersebut ditemukan langsung pada fitur layanan pelanggan pintar bernama Meta AI Support Assistant.

Aksi pembajakan akun media sosial ini mengejutkannya tidak membutuhkan keahlian teknis pengodean yang tinggi dari pelaku. Peretas hanya perlu memanipulasi obrolan dengan meminta sistem kecerdasan buatan mengubah alamat pos elektronik milik target.

Chatbot AI kemudian otomatis mengirimkan kode verifikasi perubahan data ke alamat surel baru milik sang pelaku. Kode rahasia tersebut langsung digunakan untuk mengatur ulang kata sandi tanpa sepengetahuan pemilik asli akun Instagram.

Para pelaku umumnya mengincar akun media sosial populer dengan nama pengguna (username) unik serta bernilai jual tinggi. Beberapa korban pembajakan ini di antaranya adalah akun resmi arsip Gedung Putih era Presiden Barack Obama.

Juru Bicara Meta Andy Stone mengonfirmasi adanya celah keamanan tersebut dan mengklaim sistem telah berhasil diperbaiki. Namun, kasus ini telanjur memantik kritik tajam dari para pengamat keamanan siber terkait ketergantungan penuh pada AI.

Pakar menilai pemberian wewenang sensitif kepada robot AI tanpa pengawasan manusia berisiko memicu masalah fatal baru. Langkah agresif Meta dalam mengganti fungsi layanan pelanggan manual dianggap terlalu terburu-buru dan membahayakan privasi.