Kurangi Beban Siswa, Kemendikdasmen Ubah Skema TKA 2026 Jadi Satu Mapel per Hari

"Karena kemarin satu hari tiga mata pelajaran banyak yang mengeluh, sekarang kita bagi satu hari satu mata pelajaran," kata Rahmawati.
Ilustrasi Pelajar SMA
Ilustrasi Pelajar SMA

porenesia.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi mengubah skema pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik jenjang SMA sederajat tahun 2026. Mulai tahun ini, para peserta ujian hanya akan mengerjakan satu mata pelajaran saja per hari.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati menyatakan perubahan ini berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan ujian tahun lalu. Kebijakan baru tersebut diambil setelah pihak kementerian menerima banyak keluhan dari para siswa peserta ujian terdahulu.

Pada skema sebelumnya, para siswa wajib menyelesaikan tiga mata pelajaran sekaligus dalam durasi satu hari pelaksanaan ujian. Tiga mata pelajaran wajib tersebut meliputi Bahasa Indonesia, matematika, serta materi ujian Bahasa Inggris.

Melalui skema baru, hari pertama akan diisi ujian Bahasa Indonesia dan pelaksanaan survei karakter siswa. Hari kedua untuk ujian Bahasa Inggris, sedangkan hari ketiga dikhususkan untuk materi matematika dan numerasi.

Selanjutnya, hari keempat akan digunakan untuk menguji dua mata pelajaran pilihan sesuai minat masing-masing siswa. Pihak kementerian juga memajukan jadwal pelaksanaan TKA menjadi tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Rahmawati menjelaskan kemajuan jadwal ini bertujuan agar durasi ujian yang panjang tidak mengganggu tahapan seleksi perguruan tinggi. Pemerintah memastikan materi TKA 2026 tidak akan mencakup seluruh pembelajaran hingga semester enam.

Ruang lingkup soal ujian hanya memuat materi pembelajaran sampai pertengahan semester lima saja. Selain itu, pemerintah juga menambah 50 mata pelajaran pilihan baru khusus untuk siswa sekolah menengah kejuruan.