porenesia.com – Konflik internal perebutan legitimasi olahraga domino nasional resmi pecah di tingkat pusat. Polemik ini memanas usai Komite Olahraga Nasional Indonesia resmi menetapkan PB ORADO sebagai induk cabang olahraga domino.
Keputusan sepihak dari KONI tersebut langsung memicu gelombang protes keras dari pengurus besar PORDI. Pihak PORDI merasa jauh lebih layak memimpin sirkuit nasional karena telah aktif berdiri sejak tahun 2019.
Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dulung menilai keputusan otoritas olahraga tersebut sangat tidak adil dan diskriminatif. Andi secara terbuka mengancam akan membawa persoalan dualisme ini menuju jalur hukum pidana maupun perdata.
PORDI mengklaim telah aktif menggelar berbagai turnamen nasional hingga kejuaraan internasional di Makassar pada tahun 2025. Sebaliknya, mereka menyayangkan PB ORADO yang baru mendeklarasikan diri pada awal tahun 2026 justru langsung mendapat pengakuan.
Pihak PORDI menduga ada kejanggalan dalam proses verifikasi administrasi yang dilakukan oleh tim penilai KONI. ORADO dituding belum memenuhi syarat minimal penyelenggaraan ajang resmi namun tetap diloloskan menjadi anggota penuh organisasi.
Di sisi lain, manajemen KONI berkilah bahwa PB ORADO menunjukkan dinamika perkembangan organisasi yang sangat cepat. Kepengurusan ORADO di tingkat daerah juga dianggap telah memenuhi seluruh unsur pembinaan atlet prestasi secara terstruktur.
Pihak ORADO menyambut baik keputusan tersebut sebagai momentum awal transformasi citra domino di tengah masyarakat luas. Mereka berkomitmen mengubah persepsi domino dari sekadar permainan rakyat menjadi cabang olahraga prestasi nasional yang profesional.





