Tata Kelola Kurang Optimal, Danantara Buka Opsi Bubarkan BUMN Legendaris PT INTI

"PT INTI yang sangat terkenal sekarang menghadapi permasalahan, mungkin akan kita tutup juga," ujar COO Danantara Dony Oskaria.
Kantor PT.INTI
Kantor PT.INTI

porenesia.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara berencana membubarkan PT Industri Telekomunikasi Indonesia. Perusahaan pelat merah tersebut merupakan BUMN teknologi legendaris yang sempat menjadi pemain utama infrastruktur telekomunikasi nasional.

Rencana likuidasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria. Langkah ini diambil karena sejumlah perusahaan pelat merah mengalami masalah serius akibat tata kelola yang tidak optimal. Dony menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri agenda Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Sabtu kemarin. Menurutnya, sistem pengelolaan BUMN yang berjalan sendiri-sendiri menyulitkan proses penyehatan perusahaan saat menghadapi tekanan bisnis.

Mekanisme lama belum memungkinkan perusahaan negara yang sehat untuk membantu BUMN lain yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Kehadiran Danantara diharapkan menjadi solusi karena kini seluruh BUMN terkonsolidasi dalam satu payung holding company. PT INTI berdiri pada Desember 1974 dan pernah menjadi tulang punggung pembangunan jaringan komunikasi nasional. Perusahaan ini bahkan sempat menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Namun, perubahan cepat dalam industri teknologi membuat produsen kabel serat optik ini terus mengalami tekanan bisnis berat. Selain PT INTI, Danantara juga tengah mengevaluasi kinerja PT Jakarta Lloyd serta PT Krakatau Steel.