porenesia.com – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sejumlah tokoh ekonomi senior nasional di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan strategis tersebut fokus membahas formula pengalaman penanganan krisis ekonomi yang terjadi pada periode sebelumnya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya antisipatif pemerintah dalam menjaga stabilitas roda ekonomi di tengah dinamika global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut hadir mendampingi Presiden dalam agenda penting tersebut.
Airlangga mendampingi Kepala Negara bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyerap aspirasi para mantan pejabat. Para tokoh ekonomi yang hadir antara lain Burhanuddin Abdullah, Paskah Suzetta, hingga Lukita Dinarsyah Tuwo.
Para senior tersebut membagikan catatan penting mengenai potret pengalaman saat menghadapi tekanan krisis finansial tahun 2008. Mereka mengulas balik fenomena lonjakan harga minyak dunia, tekanan inflasi tinggi, serta gejolak nilai tukar.
Airlangga menjelaskan bahwa kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini relatif jauh lebih baik daripada masa lalu. Fondasi fundamental ekonomi domestik dinilai lebih kuat dengan tingkat depresiasi rupiah yang hanya berkisar lima persen.
Presiden Prabowo menginstruksikan jajaran menteri untuk terus memonitor regulasi yang dapat memperkuat stabilitas sektor keuangan. Kepala Negara menekankan pentingnya menjaga prinsip kehati-hatian perbankan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk ke depan.
Pemerintah juga memandang perlu melakukan kajian mendalam terkait skema penguatan modal bagi seluruh industri perbankan nasional. Pendekatan kepemimpinan Presiden Prabowo ini mengedepankan kombinasi pengalaman dan kewaspadaan demi menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Kutipan (140 Karakter):





