porenesia.com – Badan Geologi Kementerian ESDM resmi menetapkan perluasan jarak aman sektoral sejauh 3,5 kilometer di kawasan Gunung Ibu. Langkah antisipasi ini mereka arahkan secara khusus ke sisi bukaan kawah aktif di bagian utara gunung tersebut.
Kebijakan darurat ini berlaku menyusul terjadinya insiden erupsi susulan di Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan aktivitas vulkanik terbaru gunung api tersebut tercatat pada Rabu dini hari lalu.
Gunung Ibu kembali melontarkan material abu vulkanik pekat ke udara dengan tinggi kolom mencapai 400 meter dari puncak. Berdasarkan rekaman alat seismogram, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi waktu sekitar 52 detik.
Saat ini tingkat aktivitas vulkanik dari Gunung Ibu masih berada pada Status Level II atau berstatus Waspada. Sehubungan dengan kondisi tersebut, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat setempat dan juga para wisatawan.
Pemerintah melarang keras segala bentuk aktivitas manusia di dalam radius aman dua kilometer dari area kawah aktif. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga wajib menggunakan alat pelindung diri secara lengkap.
Masyarakat harus memakai masker penutup hidung dan kacamata guna mengantisipasi risiko gangguan pernapasan serta iritasi mata. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta meningkatkan koordinasi dengan pihak pos pengamatan di Desa Gam Ici.
Masyarakat di Pulau Halmahera juga mendapatkan imbauan untuk terus memantau perkembangan aktivitas gunung secara berkala. Warga dapat mengakses informasi resmi dan valid mengenai kondisi gunung melalui sistem aplikasi Magma Indonesia.





