porenesia.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus menambah kekuatan sistem pertahanan nasional Indonesia. Langkah taktis ini berjalan demi mengamankan kedaulatan penuh pada wilayah daratan, perairan laut, hingga ruang udara nasional.
Kepala Negara menyampaikan hal tersebut saat meresmikan penyerahan sejumlah alat utama sistem persenjataan baru kepada jajaran Panglima TNI. Acara serah terima ini berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin pagi hari ini. Presiden Prabowo menuturkan bahwa kondisi lingkungan geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam situasi penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, kekuatan militer mumpuni menjadi syarat utama guna menjaga stabilitas domestik serta kedaulatan wilayah negara.
Ia melanjutkan bahwa agenda penyerahan alutsista modern hari ini merupakan tonggak penting bagi penguatan pertahanan Indonesia. Penambahan kekuatan ini murni berfungsi sebagai faktor penangkal daya tawar pertahanan terhadap potensi ancaman pihak asing. Presiden menegaskan bahwa Indonesia sama sekali tidak memiliki kepentingan lain selain menjaga keutuhan wilayah teritorial mandiri. Adapun jenis alutsista yang pemerintah serahkan hari ini meliputi enam unit pesawat tempur canggih Dassault Rafale.
Pemerintah juga menyerahkan satu unit pesawat Airbus A400M Atlas MRTT serta empat unit pesawat Dassault Falcon 8X. Selain wahana udara, TNI juga menerima perangkat Radar GCI GM403 serta sistem rudal modern berspesifikasi tinggi.
Prosesi penyerahan simbolis ini ditandai dengan aksi penyiraman air kembang ke bagian badan pesawat tempur Dassault Rafale. Presiden Prabowo kemudian menyerahkan replika kunci pesawat kepada Panglima TNI sebagai tanda resmi pengoperasian aset baru.
Dalam acara tersebut, Kepala Negara sempat berkeliling meninjau langsung keandalan teknologi pesawat bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Kegiatan penting ini ditutup dengan sesi foto bersama antara Presiden dengan para menteri Kabinet Merah Putih.





