Banjir Bandang Terjang Kota Semarang, Dua Warga Ditemukan Meninggal Dunia Terseret Arus

"Korban ditemukan meninggal dunia setelah diduga terseret banjir akibat tanggul sungai yang jebol sepanjang 40 meter," kata Kompol Fajar.
Ilustrasi Banjir
Ilustrasi Banjir

porenesia.com – Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, sejak Jumat malam dan mengakibatkan dua orang warga meninggal dunia. Tim penyelamat menemukan jasad korban kedua pada Sabtu pagi setelah melakukan proses pencarian intensif di area terdampak.

Korban pertama yang teridentifikasi bernama Kurnia Suci Marsella, berumur 22 tahun, merupakan seorang warga dari wilayah Semarang Utara. Sementara itu, korban kedua bernama Maryam ditemukan oleh petugas gabungan di kawasan Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.

Kepala Polsek Tugu Kompol Fajar Widyanto menyatakan korban Maryam diduga kuat terseret arus banjir akibat jebolnya tanggul sungai. Tanggul Sungai Plumbon sepanjang 40 meter tersebut jebol setelah tidak mampu menahan hantaman derasnya arus air.

Fajar menjelaskan bahwa rumah tinggal korban Maryam berada tepat di depan titik lokasi tanggul yang mengalami jebol tersebut. Korban diduga keluar rumah untuk melihat kondisi debit air sungai sebelum arus deras menyeretnya ke area persawahan.

Sementara itu, korban Kurnia Suci Marsella diduga terseret luapan banjir saat melintas di atas jembatan aliran Sungai Silandak. Sebelum kejadian, korban berpamitan kepada pihak keluarga untuk berangkat kerja menuju ke kawasan industri dengan menggunakan sepeda motor.

Kepala Polsek Ngaliyan Kompol Aliet Alphard menyebut hujan lebat membuat volume air sungai meluap drastis hingga membanjiri jalanan. Ketinggian genangan air banjir di kawasan jalan dan permukiman warga tersebut dilaporkan mencapai satu meter lebih.

Kondisi cuaca ekstrem ini memicu terjadinya penumpukan material sampah yang menyumbat sejumlah saluran drainase utama di perkotaan. Pemerintah Kota Semarang mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan berlangsung guna menghindari korban jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat kini terus bersiaga serta mendirikan posko darurat di beberapa titik rawan banjir. Petugas juga mulai menyalurkan bantuan logistik berupa makanan serta obat-obatan bagi warga yang terpaksa mengungsi.