Adik dari Ketua Umum PDIP Megawati Seokarnoputri itu akan dimakamkan tepat di samping makam ibunya, Fatmawati.
SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan jenazah Guruh Soekarnoputra akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat. Adik dari Ketua Umum PDIP Megawati Seokarnoputri itu akan dimakamkan tepat di samping makam ibunya, Fatmawati.
“Sekarang jenazah Mas Guruh sudah berada di kediaman. Rencana jenazah akan dimakamkan di sebelah Ibu Fatmawati,” kata Hasto di rumah duka, Jakarta, Sabtu, 26 September 2026.
Saat ini, jenazah jenazah Guruh tengah disemayamkan di kediamannya daerah Jakarta Selatan. Pantauan Tempo sekitar pukul 09.29 WIB, sejumlah pelayat sudah mulai berdatangan ke rumah duka. Mereka disambut Hasto yang berjaga di depan rumah. Salah satu tokoh yang sudah terlihat datang adalah seniman Asri Welas.
Selain itu, sejumlah karangan bunga ucapan duka juga terlihat berjejer memenuhi halaman rumah duka. Karangan bunga tersebut antara lain berasal dari mantan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Budi Gunawan serta Gubernur DKI Jakarta sekaligus politikus PDIP Pramono Anung.
Hasto belum dapat memastikan kapan Guruh akan diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya. Menurut dia, keluarga akan bermusyawarah terlebih dahulu untuk menentukan waktu pemakaman. “Nanti ada musyawarah keluarga terlebih dahulu untuk menentukan kapan Mas Guruh nantinya akan dimakamkan,” ujar Hasto.
Adapun Guruh wafat di usia 73 tahun pada Sabtu dini hari. Pria yang memiliki nama asli Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra tersebut mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta.
Lahir pada 13 Januari 1953, Guruh merupakan anak bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati. Semasa hidup, Guruh dikenal sebagai seniman yang aktif berkarya di bidang tari dan musik.
Guruh mendirikan sejumlah kelompok dan wadah kesenian, di antaranya Swara Mahardika dan GSP Production. Ia juga membentuk grup musik Guruh Gipsy bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye. Kelompok tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan musik progresif Indonesia pada era 1970-an.
Sejumlah karya Guruh kemudian dikenal luas dan menjadi bagian dari khazanah musik Indonesia, di antaranya Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, Lenggang Puspita, Mahadaya Cinta, serta Galih dan Ratna.
Di bidang politik, Guruh bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia pada 1982, sebelum partai tersebut bertransformasi menjadi menjadi PDI Perjuangan. Ia juga sempat terpilih menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur selama lima periode pada 1999-2024.
Pada 2025, Guruh sempat masuk dalam bursa calon ketua umum PDIP dalam Kongres PDIP yang digelar di Bali. Namun, Megawati Soekarnoputri kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum PDIP.





