Anthony Norman Lianto dari Direktorat Kebencanaan DPP PSI mendorong penanganan pascabencana NTT menjadi prioritas bersama. Norman menyampaikan seruan tersebut setelah mendampingi kunjungan Joko Widodo ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. Jokowi mengunjungi Pulau Palue pada Rabu (16/9/2026) untuk melihat kondisi masyarakat terdampak gempa Flores.
Ia juga berdialog dengan warga yang masih berada di lokasi pengungsian. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi bermalam bersama masyarakat di posko pengungsian Desa Rokirole, Kecamatan Palue. Ia juga meninjau sejumlah kerusakan akibat gempa dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak.
Norman Dorong Fokus pada Pemulihan Pascabencana
Menurut Norman, kehadiran langsung di tengah masyarakat membantu melihat kebutuhan warga secara lebih dekat. Namun, perhatian terhadap masyarakat tidak boleh berhenti pada masa tanggap darurat.
“Penanganan pascabencana harus menjadi prioritas bersama. Setelah masa tanggap darurat, masyarakat masih menghadapi banyak kebutuhan, mulai dari tempat tinggal, infrastruktur dasar, layanan publik, sampai pemulihan aktivitas ekonomi,” ujar Norman.
Pemulihan Pascabencana Membutuhkan Konsolidasi
Norman mengatakan proses pemulihan pascabencana membutuhkan konsolidasi dan kerja bersama berbagai pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat sipil memiliki peran masing-masing. Menurut dia, penanganan bencana tidak cukup hanya memastikan bantuan tiba di lokasi. Tahap berikutnya harus memastikan masyarakat kembali menjalankan kehidupan secara bertahap dan aman.
“Ini bukan soal siapa yang paling banyak hadir atau siapa yang paling cepat memberikan bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh kekuatan yang ada dapat dikonsolidasikan untuk memastikan masyarakat terdampak benar-benar mendapatkan dukungan dalam proses pemulihan,” kata Norman.
Kunjungan Jokowi ke Palue berlangsung lebih dari satu bulan setelah gempa mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Sejumlah laporan menyebut masyarakat Palue masih menghadapi dampak bencana dan kebutuhan pemulihan.
Penanganan Pascabencana NTT Perlu Berkelanjutan
Norman menilai berbagai pihak perlu menjaga perhatian terhadap masyarakat terdampak selama proses pemulihan. Menurut dia, kebutuhan masyarakat tetap harus menjadi perhatian ketika perhatian publik terhadap bencana mulai berkurang.
“Harapannya, perhatian kita tidak berhenti ketika pemberitaan mengenai bencana mulai berkurang. Justru ketika sorotan mulai beralih, proses pemulihan masyarakat harus tetap berjalan dan menjadi prioritas bersama,” ujar Norman.
Ia menambahkan, pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan kembali rumah atau fasilitas yang rusak. Pemulihan juga mencakup keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Yang kita pulihkan bukan hanya rumah dan fasilitas umum, tetapi kehidupan masyarakatnya,” kata Norman.
Norman Dorong Penguatan Koordinasi
Seruan Anthony Norman Lianto dari Direktorat Kebencanaan PSI mendorong penguatan koordinasi berbagai pihak. Koordinasi tersebut penting untuk menjaga kesinambungan penanganan pascabencana di NTT. Menurut Norman, kunjungan langsung ke wilayah terdampak dapat memperkuat perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, momentum tersebut dapat membantu memastikan proses pemulihan berjalan secara berkelanjutan.





