Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menggelar Global Town Hall 2026 di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Forum global tersebut mempertemukan lebih dari 8.300 peserta dari lebih 120 negara. Peserta berasal dari pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, akademisi, dan kelompok muda.
Global Town Hall memasuki penyelenggaraan ketujuh dengan tema “Calling for a Global U-Turn”. Tema tersebut mengangkat pembangunan, kemanusiaan, dan keadilan sebagai agenda utama.
FPCI Serukan Perubahan Arah Global
Pendiri sekaligus Ketua FPCI Dino Patti Djalal membuka forum dengan kritik terhadap kondisi tata dunia saat ini.
Menurut Dino, berbagai negara semakin sering mengabaikan aturan dan hukum internasional. Ia juga menyoroti meningkatnya penggunaan kekuatan untuk menentukan hasil konflik.
Dino menyebut dunia menghadapi jumlah konflik tertinggi sejak Perang Dunia II. Karena itu, ia mendorong perubahan arah dalam hubungan internasional.
“Kita membutuhkan perubahan arah dalam urusan dunia. Kita perlu menempatkan kembali pembangunan, memulihkan keadilan, dan mengembalikan kemanusiaan,” kata Dino.
Menurutnya, masyarakat global menginginkan perdamaian, rasa hormat, harapan, kemajuan, dan kesempatan yang setara.
Pembangunan Harus Libatkan Masyarakat
Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin turut menyampaikan pandangannya dalam forum tersebut.
Ia menilai upaya pembangunan harus mengatasi kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial.
Martin juga menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan secara lingkungan.
Menurut Martin, pembangunan tidak cukup hanya memberikan manfaat kepada masyarakat. Pemerintah juga perlu melibatkan masyarakat dalam membentuk arah pembangunan.
Ia mengaitkan prinsip tersebut dengan perlindungan hak asasi manusia, demokrasi, supremasi hukum, dan ruang sipil.
Palestina Jadi Sorotan
Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Varsen Aghbekian Shanin turut membahas persoalan Palestina.
Ia menilai isu Palestina menjadi ujian bagi kredibilitas sistem internasional dan penerapan hukum internasional.
Menurut Shanin, masyarakat Palestina menghadapi tekanan dan konflik berkepanjangan akibat pendudukan.
Ia juga menegaskan bahwa Palestina memandang status kenegaraan sebagai hak politik, bukan hadiah dari proses diplomasi.
Bahas AI hingga Tata Dunia Baru
Global Town Hall 2026 menghadirkan sejumlah diskusi mengenai persoalan geopolitik, sosial, dan moral dunia.
Forum tersebut membahas arah tatanan dunia baru dan tantangan manipulasi informasi.
Peserta juga membahas perkembangan kecerdasan buatan serta batas penggunaannya dalam kehidupan masyarakat.
Selain itu, forum mengangkat prospek kemerdekaan Palestina dan dialog baru antara negara-negara Utara dan Selatan.
Global Town Hall juga membahas pembangunan berkelanjutan, perlucutan senjata, keadilan, kemanusiaan, dan reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
FPCI menyebut Global Town Hall sebagai forum masyarakat global yang terbuka dan independen.
Forum tersebut bertujuan mempertemukan suara masyarakat dari berbagai kawasan dalam pembahasan isu internasional.





