Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut Tol Prosiwangi segmen Gending-Paiton segera beroperasi. Emil mengatakan kedua ruas tersebut telah menyelesaikan uji laik fungsi dan memenuhi kesiapan administratif.
Pernyataan itu Emil sampaikan setelah menerima Direktur Utama Jasa Marga Prosiwangi Adi Prasetyanto, Jumat (18/9/2026), melansir Surya.co.id.
“Gending sampai ke Kraksaan, Kraksaan-Paiton itu sudah selesai uji laik fungsinya, sudah siap. Dan kami terinfo bahwa sebenarnya memang sudah sangat siap secara administratif, tinggal ada beberapa koordinasi final saja yang sedang berlangsung,” kata Emil.
Berpeluang Beroperasi September
Menurut Emil, peluang pengoperasian Tol Gending-Paiton pada September 2026 cukup tinggi. Bahkan, ia menyebut pengoperasian ruas tersebut berpotensi berlangsung dalam hitungan hari jika koordinasi berjalan lancar.
“Mudah-mudahan ini kalau lancar, sebenarnya peluang untuk operasional di bulan ini bahkan dalam hitungan hari itu sebenarnya sangat tinggi,” lanjutnya.
Selain itu, Emil menilai pengoperasian tol semakin mendesak karena pembenahan Jembatan Pajarakan. Pekerjaan tersebut berlangsung pada jalur nasional yang menghubungkan kawasan Kraksaan dan sekitarnya.
“Ini kan sebenarnya sudah sempat fungsional pada saat Lebaran kemarin, dan diharapkan bisa segera operasional untuk melayani kebutuhan mobilitas warga. Apalagi Jembatan Pajarakan ini perlu pembenahan di jalan nasional, maka akan semakin urgen operasionalnya tol ini,” jelas Emil.
Menurut Emil, kebutuhan masyarakat juga terlihat dari surat Bupati Probolinggo kepada Pemprov Jatim dan Kementerian PU.
“Masyarakat menunggu nggak buka-buka, bahkan sudah ada surat dari Bupati Probolinggo ke Bu Gubernur diperkuat lagi ke Pak Menteri,” ujarnya.
Namun, sejumlah koordinasi teknis antara Kementerian PU dan Jasa Marga masih berjalan.
Konektivitas hingga Banyuwangi Masih Dikaji
Selain Gending-Paiton, pemerintah juga mengkaji konektivitas Tol Prosiwangi hingga Banyuwangi. Emil mengatakan konektivitas tersebut penting untuk menghubungkan Probolinggo dengan akses penyeberangan Banyuwangi-Bali. Namun, pemerintah kini meninjau kembali rute awal yang melewati kawasan Baluran, Situbondo.
Menurut Emil, kawasan tersebut memiliki taman nasional dan pangkalan militer yang perlu menjadi pertimbangan.
“Ada beberapa pertimbangan, baik itu pertimbangan keberadaan taman nasional, keberadaan pangkalan militer yang kemudian membuat kita harus meninjau ulang rute lama yang melalui Baluran,” jelas Emil.
Karena itu, Kementerian PU mengkaji opsi rute melalui Bondowoso dan Jember bagian timur.
“Maka ada opsi untuk memperpanjang dari Besuki atau Suboh ini langsung ke Bondowoso, kemudian melalui jalur dari Bondowoso ke Jember, kemudian Jember sisi timur ke Banyuwangi. Nah, ini yang kemudian sedang didalami oleh Kementerian PU,” tambahnya.
Emil mengatakan tingginya minat masyarakat turut mendorong pemerintah melanjutkan pengkajian konektivitas tersebut.
“Karena animo masyarakat sangat tinggi, saat ini pengkajian terus dilakukan,” pungkasnya.
Paiton-Besuki Dikejar untuk Nataru
Sementara itu, Emil menyebut uji laik fungsi ruas Paiton-Besuki masih berlangsung. Tim teknis juga masih menindaklanjuti sejumlah rekomendasi sebelum ruas tersebut beroperasi. Emil berharap pemerintah dapat mempercepat pengoperasian hingga Suboh-Besuki sebelum akhir 2026.
“Kalau yang itu (sampai Besuki) mudah-mudahan Nataru sudah bisa dikejar. Kami akan terus berkoordinasi dengan rekan-rekan agar operasionalnya sebelum akhir tahun bisa sampai ke Suboh, Besuki,” tandasnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Jasa Marga Prosiwangi Adi Prasetyanto menyebut pihaknya mulai menyosialisasikan pengoperasian Gending-Paiton.
“Jasa Marga dalam beberapa hari ini sudah melakukan sosialisasi sebelum dilakukan operasi secara resmi dan bertarif untuk seksi Gending sampai dengan Paiton,” kata Adi.
Menurut Adi, pengelola akan membuka ruas tersebut secara gratis selama beberapa hari sebelum tarif berlaku. Jasa Marga juga memperkuat koordinasi dengan pihak terkait menjelang pengoperasian.
“Kami bakal koordinasi sehari 2-3 kali untuk memantau perkembangan yang tadi kita bahas, mudah-mudahan tidak lama lagi,” ujarnya.





