Restorasi Ekosistem Butuh Keterlibatan Masyarakat Lintas Generasi

Bimo

Keberhasilan restorasi ekosistem tidak hanya ditentukan teknologi dan pembiayaan karbon. Keterlibatan masyarakat yang hidup dan menjaga ekosistem menjadi faktor penting untuk memastikan pemulihan lingkungan berlangsung dalam jangka panjang.

Co-Founder & CEO CarbonEthics, Agung Bimo Listyanu, mengatakan masyarakat perlu ditempatkan sebagai aktor sekaligus mitra dalam rehabilitasi dan konservasi, bukan sekadar penerima manfaat.

“Community has always been at the heart of our operations. Itu tidak pernah berubah sejak tujuh tahun kami berdiri,” ujar Bimo.

Menurut Bimo, restorasi membutuhkan konsistensi karena proyek karbon dapat berlangsung setidaknya 40 tahun. Dalam rentang tersebut, pengetahuan lokal mengenai kondisi ekosistem menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan program.

Karena itu, keterlibatan lintas generasi diperlukan. Generasi sebelumnya membawa pengalaman dan pengetahuan mengenai lingkungan, sementara generasi muda dapat meneruskannya sekaligus mengembangkan pendekatan baru dalam menjaga ekosistem. Perempuan dan anak muda juga dinilai memiliki peran penting dalam memastikan praktik konservasi tetap berlanjut.

Pendekatan tersebut membuat restorasi tidak berhenti sebagai proyek lingkungan, tetapi menjadi proses yang dapat ditanamkan dalam kehidupan masyarakat dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Gagasan tersebut disampaikan Bimo dalam sesi “The Human Core of Innovation: Integrity and Transparency in Our Carbon Journey” pada IdeaFest 2026 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (4/9). Diskusi juga menghadirkan Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary Pertamina, dan Firdza Radiandy, Content Lead IdeaFest 2026, dengan Audrey Utoyo sebagai moderator.