porenesia.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar pelatihan peningkatan profesionalitas tata kelola dan kapasitas kinerja manajemen SDM organisasi pembudayaan olahraga di Hotel Aria Centre, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi bagian dari upaya mendukung Manajemen Talenta Nasional.
Pelatihan diikuti oleh 130 peserta yang terdiri atas guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), perwakilan komunitas olahraga, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang olahraga masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kemenpora mendorong para peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh sebagai agen perubahan di sekolah maupun komunitas, sehingga mampu memperkuat budaya olahraga di Indonesia.
Pelaksana Tugas Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Rika Ninggar Fitriasari, menegaskan bahwa guru PJOK dan penggerak komunitas memiliki peran penting dalam membangun budaya olahraga sejak usia dini.
Menurutnya, Menteri Pemuda dan Olahraga juga mengarahkan agar program peningkatan kapasitas lebih diprioritaskan bagi para guru olahraga yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Pembudayaan olahraga dimulai dari peran aktif para guru di lapangan sekolah. Guru PJOK adalah pemandu potensi pertama anak-anak Indonesia. Melalui stimulus pelatihan ini, kami berharap fondasi olahraga masyarakat semakin kuat demi menyongsong generasi yang sehat dan bugar,” ujar Rika.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Pembudayaan Olahraga, Dian Noor Solikhin, menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada dua aspek utama, yakni penguatan Tenaga Penggerak Olahraga Nasional (TPON) serta peningkatan kapasitas tata kelola organisasi olahraga.
Ia berharap program tersebut mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan memiliki daya saing dalam mendukung pengembangan olahraga masyarakat.
Dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan juga disampaikan Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur, Fitri Rahmawati. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat pembudayaan olahraga.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur senantiasa menempatkan pembudayaan olahraga sebagai pilar utama pembangunan SDM. Melalui pelatihan ini, diharapkan tata kelola organisasi olahraga dapat berjalan lebih terencana dan adaptif terhadap kemajuan zaman,” katanya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari sejumlah akademisi dan pakar keolahragaan, di antaranya Tandiyo Rahayu dari Universitas Negeri Semarang, Muhammad Hamid Anwar dari Universitas Negeri Yogyakarta, Dikdik Zafar Sidik dari Universitas Pendidikan Indonesia, serta tim penggerak dari Universitas Negeri Surabaya.





