porenesia.com – Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung melakukan pengawasan preventif terhadap pembangunan SMA Unggul Garuda Belitung Timur di Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus mengantisipasi potensi kendala sejak tahap awal.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bangka Belitung, Kgs Chris Fither, mengatakan pengawasan tidak hanya dilakukan ketika sekolah mulai beroperasi, tetapi sudah dimulai sejak proses pembangunan berlangsung.
“Langkah ini bertujuan mengidentifikasi potensi kendala sejak dini agar kualitas pelayanan dapat dipersiapkan secara optimal,” ujar Chris dalam keterangan resminya.
Menurutnya, hasil pengawasan nantinya akan disampaikan kepada instansi terkait sebagai bahan masukan dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional di sektor pendidikan.
SMA Unggul Garuda Belitung Timur merupakan satu dari empat sekolah yang dibangun pemerintah melalui program prioritas nasional. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang memiliki daya saing di tingkat global.
Direksi Pelaksana Owner Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kuncoro, menjelaskan pembangunan mencakup gedung sekolah, asrama putra dan putri, gedung staf, hingga perpustakaan.
“Kami menargetkan pembangunan selesai pada September 2026 sehingga sekolah siap menerima sekitar 80 peserta didik pada tahun ajaran 2026 dengan sarana prasarana memadai,” kata Kuncoro.
Sementara itu, Project Manager PT PP, Amaldo Galanganta Leon Gultom, memastikan progres pembangunan masih berjalan sesuai jadwal. Sejumlah tantangan, seperti harga material dan proses administrasi, terus dikoordinasikan bersama Kemendiktisaintek, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, serta para pemangku kepentingan lainnya.
“Fokus kami memastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar mutu, keamanan, dan kenyamanan sehingga sekolah siap memberikan lingkungan belajar terbaik bagi para siswa,” ujarnya.





