Jelang Muktamar, Cak Imin Tegaskan Kepengurusan PBNU Harus Bersih dari Politisi

"Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan tanpa ketegangan," ujar Muhaimin Iskandar.
Cak Imin
Cak Imin

porenesia.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama harus bersih dari unsur politisi. Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menyampaikan pernyataan tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat tersebut mengaku melontarkan kritik keras sebagai bentuk tanggung jawab moral kader yang prihatin. Ia mendorong adanya ketegasan aturan tertulis agar para politisi aktif tidak merangkap jabatan dalam struktur kepengurusan organisasi.

Cak Imin bahkan tidak segan menyebut manajemen kepengurusan ormas keagamaan terbesar di Indonesia periode saat ini merupakan yang paling gagal. Sentilan tajam ini sengaja ia gulirkan sebagai momentum perubahan manajemen menyeluruh menjelang pelaksanaan agenda Muktamar ke-35 pertengahan tahun.

Sebelumnya melalui akun media sosial pribadinya, Wakil Ketua DPR RI ini juga mengingatkan kembali khittah dasar pendirian NU. Ia menekankan bahwa NU merupakan wadah orkestrasi kultural dan tempat bernaung yang lesehan tanpa adanya ketegangan politik.

Tokoh politik nasional tersebut menyarankan para kader yang ingin fokus berpolitik praktis untuk menyalurkan aspirasinya melalui partai politik. Cak Imin meminta pihak panitia Muktamar bertindak tegas untuk mengeluarkan oknum pengurus yang dinilai kerap bermain politik.

Kritik pedas ini mencerminkan dinamika yang semakin menghangat di internal warga nahdliyin menjelang suksesi perebutan kursi pimpinan tertinggi. Publik kini menanti respons resmi dari jajaran teras PBNU terkait usulan sterilisasi pengurus dari kepentingan politik praktis.