porenesia.com – Sejumlah tokoh lintas agama dan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa menyambangi kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Pertemuan bertajuk Silaturahmi Kebangsaan tersebut berlangsung secara tertutup di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Senin siang kemarin.
Delegasi GNB yang hadir antara lain Sinta Nuriyah Wahid, Alissa Wahid, Lukman Hakim Saifuddin, serta Kardinal Ignatius Suharyo. Hadir pula dalam forum tersebut pendeta Gomar Gultom dan mantan pimpinan KPK Laode M. Syarif untuk bertukar pikiran.
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim menyatakan forum ini menjadi wadah diskusi mengenai situasi aktual kehidupan kemasyarakatan dan tata kelola kebangsaan. Para tokoh nasional saling berbagi gagasan demi menjaga stabilitas jalannya roda pemerintahan agar tetap sesuai dengan koridor konstitusi.
Laode M. Syarif secara spesifik menyoroti kekhawatiran GNB terhadap draf revisi Undang-Undang Polri yang dinilai kontroversial. Ia mengkritik keras aturan baru tersebut karena membuka lebar peluang anggota kepolisian aktif untuk menduduki jabatan publik sipil.
Lebih jauh, GNB menilai proses legislasi saat ini cenderung mengabaikan partisipasi publik serta tidak melibatkan masukan dari masyarakat luas. Banyak aspirasi rakyat yang disuarakan melalui kanal resmi justru tidak tercermin dalam produk undang-undang yang dihasilkan DPR.
Tokoh bangsa lainnya, Kardinal Ignatius Suharyo, menekankan pentingnya bagi setiap pemimpin negara untuk mengasah kepekaan hati nurani. Pengambilan kebijakan strategis harus dilakukan secara murni demi kepentingan seluruh bangsa, bukan demi agenda segelintir kelompok tertentu.





