porenesia.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengajak sejumlah mahasiswa turun langsung meninjau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar di Nusa Tenggara Timur. Langkah ini bertujuan agar kalangan akademisi dapat melihat secara objektif pemenuhan jaminan sosial di lapangan. Kunjungan kerja tersebut berlangsung saat Wapres meninjau langsung aktivitas siswa di SD Negeri Wolomoni, Kabupaten Ende, Kamis.
Gibran menegaskan kebutuhan terhadap program pemenuhan gizi di daerah 3T jauh lebih mendesak daripada wilayah perkotaan lainnya. Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis menjadi program strategis nasional yang paling dinantikan oleh kelompok masyarakat rentan setempat. Otoritas istana sengaja mengundang lima perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri untuk menyaksikan realitas keterbatasan fasilitas daerah.
Pemerintah pusat mengakui pelaksanaan operasional MBG di tingkat hilir masih memerlukan banyak perbaikan regulasi dan sistem pengawasan. Namun, Wapres menekankan proses pembenahan internal tersebut harus tetap berjalan tanpa menghentikan penyaluran bantuan makanan bagi anak.
Salah satu mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Rapid Bena Main mendukung penuh prioritas pembangunan sarana logistik di luar Jawa. Rapid menilai pemerataan akses jaminan nutrisi serta penguatan koperasi desa menjadi instrumen penting untuk memangkas angka kesenjangan.
Menanggapi masukan tersebut, Gibran kembali menegaskan komitmen kabinet baru untuk menerapkan prinsip pembangunan nasional yang bersifat Indonesia-sentris. Pemerintah berjanji akan terus mengarahkan alokasi anggaran investasi negara demi menjangkau seluruh wilayah pelosok secara adil dan merata.





