Pimpin Operasi Militer di Venezuela, Donald Trump Klaim AS Berhasil Tewaskan Bos Tren de Aragua

"Operasi tersebut merupakan serangan cepat dan mematikan yang dilaksanakan oleh Komando Selatan AS," tulis Presiden Amerika Serikat Trump.
Donald Trump
Donald Trump

porenesia.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim pasukan militer Pentagon berhasil menewaskan gembong kriminal transnasional Héctor Rusthenford Guerrero Flores. Pemimpin utama kelompok Tren de Aragua tersebut tewas dalam sebuah serangan kilat di wilayah Venezuela pekan ini.

Melalui unggahan resmi di media sosial, Trump menyebut operasi rahasia tersebut berjalan dengan sangat cepat dan mematikan. Agenda penyerbuan taktis oleh Komando Selatan AS ini berlangsung sukses berkat koordinasi intensif bersama otoritas keamanan Venezuela.

Niño Guerrero merupakan pendiri sekaligus otak utama di balik jaringan Tren de Aragua yang berstatus organisasi teroris asing. Kelompok bersenjata ini dituduh terlibat dalam kartel perdagangan narkoba, pencucian uang, pemerasan, hingga bisnis perdagangan manusia.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut mengonfirmasi kebenaran informasi tewasnya sang buronan utama dalam operasi militer tersebut. Sementara itu, pemerintah Venezuela menyatakan kematian sang gembong terjadi saat bentrokan bersenjata di bawah dukungan teknologi intelijen khusus.

Sebelumnya, Guerrero masuk dalam daftar buronan paling dicari di dunia dan menghadapi rentetan dakwaan kasus terorisme internasional. Pemerintah Washington bahkan sempat menawarkan hadiah sebesar 5 juta dolar AS untuk menangkap hidup atau mati dedengkot tersebut.

Kematian figur sentral ini diyakini bakal melumpuhkan jalur distribusi kejahatan terorganisir yang kerap mengancam keamanan kawasan Amerika Serikat. Operasi gabungan lintas negara tersebut sekaligus menandai babak baru penegakan hukum maritim di wilayah Amerika Selatan.