Kesal Hampir Gagalkan Damai AS-Iran, Trump Sebut Netanyahu Sosok yang Sangat Sulit

"Dia orang yang sangat sulit, dan sejujurnya, dia harus sangat berterima kasih kepada kami karena melakukan ini," kata Presiden AS Trump.
Trump
Trump

porenesia.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hampir menggagalkan kesepakatan damai dengan Iran. Kritik tajam tersebut disampaikan Trump dalam wawancara eksklusif bersama media internasional setelah pengumuman resmi keberhasilan negosiasi.

Trump menyebut pemimpin Israel tersebut sebagai sosok yang sangat sulit untuk diajak bekerja sama dalam diplomasi regional. Ia menegaskan bahwa Netanyahu seharusnya berterima kasih kepada Washington karena kesepakatan baru ini sukses meredam potensi ancaman nuklir.

Presiden AS menilai agresi militer dan blokade maritim di Selat Hormuz sebelumnya menjadi kunci utama keberhasilan ini. Tekanan ekonomi dan militer yang masif dari Pentagon terbukti efektif memaksa Teheran bersedia kembali ke meja perundingan.

Meskipun detail resmi dokumen belum dirilis, Trump memastikan AS telah mencabut blokade laut bagi seluruh kapal komersial. Namun, ia mengancam akan meluncurkan serangan balasan yang lebih besar jika Iran melanggar komitmen kesepakatan nuklir tersebut.

Proses penandatanganan ini sekaligus membuka babak baru negosiasi lanjutan selama 60 hari ke depan di Swiss. Rangkaian dialog lanjutan tersebut akan berfokus pada mekanisme pengawasan nuklir serta pencabutan sanksi ekonomi terhadap pihak Teheran.

Pihak pemerintah Pakistan yang bertindak sebagai mediator utama menyambut positif pencapaian diplomatik bersejarah di Timur Tengah ini. Sejumlah negara Uni Eropa dikabarkan juga bersiap mencabut sanksi sepihak terhadap Iran menyusul deklarasi damai tersebut.