porenesia.com – Kementerian Haji dan Umrah meminta pihak penyelenggara memperketat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan atau istithaah bagi calon jemaah haji. Permintaan tegas tersebut menyusul masih tingginya angka kematian jemaah haji, khususnya dari pihak Embarkasi Makassar.
Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sebenarnya menunjukkan performa relatif lebih baik. Namun, pemerintah tetap membutuhkan sejumlah langkah perbaikan serta evaluasi total agar pelaksanaan ibadah haji ke depan semakin optimal.
Menteri Irfan Yusuf mengungkapkan aspek kesehatan sebelum keberangkatan menjadi fokus perhatian paling utama demi menekan angka kematian jemaah. Ia menyoroti jumlah kasus jemaah wafat asal Provinsi Sulawesi Selatan yang persentasenya masih menyamai catatan tahun lalu.
Kemenhaj kini menginstruksikan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan untuk segera melaksanakan program manasik ibadah dan pemeriksaan medis lebih awal. Langkah percepatan ini bertujuan agar para calon jemaah memiliki kesiapan fisik serta pemahaman ibadah yang jauh lebih matang.
Berdasarkan data resmi petugas, jumlah jemaah haji asal Embarkasi Makassar yang meninggal dunia tercatat telah mencapai 30 orang. Sebanyak 29 jemaah dilaporkan mengembuskan napas terakhir di Tanah Suci, sedangkan satu orang lainnya meninggal di Tanah Air.
Data statistik menunjukkan persentase jemaah asal Sulawesi Selatan mendominasi total angka kematian dalam kelompok terbang Embarkasi Makassar tersebut. Disusul kemudian oleh jemaah asal Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Sulawesi Barat, hingga jemaah dari wilayah Papua.





