Gencatan Senjata Rapuh, Perwira dan Prajurit Militer Israel Tewas di Lebanon Selatan

"Kapten Shahar Gamla, wakil komandan kompi di Unit Egoz, meninggal karena luka selama pertempuran," ujar pihak tentara Israel.
Prajurit Israel
Prajurit Israel

porenesia.com – Militer Israel mengonfirmasi bahwa seorang perwira dan seorang prajuritnya tewas dalam operasi militer di wilayah Lebanon selatan. Insiden maut tersebut tetap terjadi di tengah upaya diplomatik untuk menjaga kesepakatan gencatan senjata yang rapuh.

Pihak tentara mengumumkan Wakil Komandan Kompi Unit Egoz Kapten Shahar Gamla meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis. Perwira muda berusia 23 tahun tersebut mengalami luka parah akibat hantaman serangan pesawat tak berawak beberapa hari sebelumnya.

Selain Gamla, militer Israel juga mengumumkan kematian Sersan Ohad Yaari yang merupakan prajurit Batalyon Shaked dari Brigade Givati. Pemuda berusia 21 tahun itu tewas akibat insiden penembakan tidak disengaja oleh sesama rekan pasukannya sendiri.

Pihak otoritas pertahanan Tel Aviv menyatakan bahwa keadaan seputar insiden penembakan salah sasaran tersebut kini sedang diselidiki. Tambahan korban jiwa ini menggenapkan jumlah tentara Israel yang tewas menjadi 30 orang sejak konflik pecah akhir Februari.

Aksi saling serang di perbatasan ini terus berlanjut meski kesepakatan gencatan senjata sejatinya telah berlaku sejak April. Amerika Serikat bahkan telah memperpanjang masa berlaku kesepakatan damai sementara tersebut hingga awal Juli mendatang.

Namun, militer Israel terus melancarkan serangkaian serangan udara dan darat dengan dalih mencegah potensi eskalasi baru. Ketegangan bersenjata yang masih tinggi ini membuat situasi keamanan di sepanjang wilayah Lebanon selatan kian tidak menentu.