Jawab Kritik Dino Patti Djalal, Menlu Sugiono Sebut Pertemuan Langsung Beda dengan Telepon

"Kalau cuma telepon-teleponan saja kan beda sama ketemu langsung," kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Jakarta, Rabu kemarin.
Menlu RI
Menlu RI

porenesia.com – Menteri Luar Negeri Sugiono menilai pertemuan bilateral secara tatap muka memiliki nilai lebih tinggi daripada komunikasi virtual. Pernyataan ini merespons saran mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden.

Sugiono menjelaskan interaksi langsung memungkinkan para pemimpin dunia untuk membaca bahasa tubuh serta membangun kedekatan personal secara mendalam. Komunikasi daring dinilai memiliki keterbatasan dalam membahas berbagai isu strategis dan sensitif di tengah dinamika global.

Menlu Sugiono mengapresiasi setiap kritik maupun saran dari masyarakat sebagai bahan evaluasi perbaikan kinerja diplomatik pemerintah. Namun, ia mengingatkan agar setiap masukan yang masuk ke kementerian harus berdasarkan fakta serta data akurat.

Pemerintah menegaskan rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut merupakan implementasi nyata dari amanat konstitusi untuk menjaga ketertiban dunia. Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menerapkan prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan merangkul semua negara mitra.

Sebelumnya, pakar hubungan internasional Dino Patti Djalal menyarankan agar Presiden Prabowo mulai mengurangi agenda perjalanan ke luar negeri. Dino menilai tingginya frekuensi perjalanan tersebut berpotensi memboroskan anggaran negara di tengah kondisi ekonomi sulit masyarakat.

Dino mengimbau kepala negara agar tidak menganggap remeh kegelisahan serta jeritan publik mengenai efisiensi anggaran belanja daerah. Kritik terbuka ini disampaikan melalui unggahan video berdurasi tujuh menit pada akun media sosial pribadi miliknya.