porenesia.com – Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyatakan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto membuktikan ketegasan sikap politik Indonesia. Langkah diplomasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tetap memegang teguh prinsip politik bebas aktif.
Sugiat menyebut pemerintahan saat ini sama sekali tidak mengekor ke Amerika Serikat ataupun tunduk kepada pengaruh kekuatan China. Indonesia juga tidak takut pada tekanan NATO dalam menjalin hubungan bilateral dengan pihak Rusia demi kepentingan rakyat.
Presiden Prabowo dinilai sedang mempraktikkan strategi keseimbangan geopolitik tingkat tinggi di tengah ketegangan dunia internasional saat ini. Strategi taktis tersebut bertujuan agar posisi strategis Indonesia tidak bisa diabaikan oleh kekuatan global mana pun.
Gerindra menegaskan kepala negara tengah bertarung di panggung dunia untuk menaikkan kelas Indonesia menjadi kekuatan global mandiri. Upaya memenangkan kepentingan nasional di luar negeri tersebut membutuhkan proses dan tidak bisa dinilai secara instan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Perancis. Pertemuan antarpemimpin negara tersebut berlangsung penuh keakraban dengan upacara penyambutan resmi militer dari pemerintah setempat.
Kedua pemimpin negara membahas kerja sama strategis mulai dari sektor pertahanan hingga implementasi perjanjian ekonomi IEU-CEPA. Selain sektor pertahanan, pembahasan juga berfokus pada pengembangan energi bersih, dunia pendidikan, serta bidang riset bersama.





