porenesia.com – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang mengalami erupsi disertai awan panas guguran. Bencana alam tersebut terjadi pada Rabu siang namun jarak luncuran awan panas tidak teramati akibat kabut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian membenarkan peristiwa letusan yang terjadi pada pukul 11.22 WIB. Getaran erupsi tersebut terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai angka 23 milimeter.
Berdasarkan data resmi petugas, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut sudah mengalami tujuh kali aktivitas erupsi sejak dini hari. Tinggi kolom letusan abu vulkanik tercatat berkisar antara 600 meter hingga 800 meter di atas puncak.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Petugas merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah puncak karena rawan bahaya lontaran batu pijar. Warga setempat harus tetap mewaspadai potensi perluasan awan panas serta aliran lahar di sepanjang lembah sungai.
Pihak berwenang meminta warga mewaspadai aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, hingga wilayah aliran Besuk Sat. Potensi banjir lahar dingin juga mengancam sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari jalur Besuk Kobokan.





