porenesia.com – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menggelar pertemuan penting dengan CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Hans Patuwo. Pertemuan ini membahas formula kebijakan terbaru terkait jaminan kesejahteraan bagi para pengemudi ojek online.
Agenda yang berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet Jakarta tersebut membahas langkah strategis pencarian titik keseimbangan ekosistem digital. Pemerintah dan aplikator berupaya menyelaraskan antara pendapatan mitra pengemudi dengan kesehatan operasional bisnis transportasi daring.
Dalam pembahasan tersebut, pihak Gojek menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan penyesuaian tarif dari Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan baru dari Kepala Negara ini mengatur tentang peningkatan porsi pendapatan bagi para pengemudi online.
Melalui skema baru ini, porsi pendapatan bersih yang diterima mitra ojol melonjak naik menjadi 92 persen. Angka tersebut meningkat signifikan dari aturan sebelumnya yang menetapkan bagian bagi para pengemudi sebesar 80 persen.
Pemerintah menilai bahwa program peningkatan kesejahteraan pengemudi wajib berjalan selaras dengan keberlangsungan iklim usaha perusahaan aplikasi. Formulasi kebijakan nasional harus matang agar mampu mengakomodasi hak pekerja sekaligus menjaga biaya operasional perusahaan.
Saat ini perusahaan Gojek tercatat menaungi sekitar 800 ribu hingga satu juta pengemudi aktif di Indonesia. Sementara total mitra yang pernah bergabung sejak awal operasional perusahaan dilaporkan telah menembus angka tiga juta orang.
Gojek juga resmi mengumumkan penghapusan program GoRide Hemat sebagai langkah penyesuaian terhadap regulasi hukum terbaru. Keputusan korporasi ini mengacu langsung pada implementasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 di lapangan.
Regulasi mengenai pembagian pendapatan transportasi online tersebut resmi diteken oleh Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2026. Aturan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem perlindungan hukum bagi pekerja sektor informal digital.





