porenesia.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama RI resmi menetapkan bahwa tanggal 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan keputusan tersebut, umat Islam di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026.
Keputusan krusial ini tersiar langsung setelah jajaran Kemenag menuntaskan agenda Sidang Isbat di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu malam. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memimpin langsung jalannya sidang penetapan awal bulan Zulhijah tersebut bersama sejumlah ormas Islam.
Dalam proses penentuan tersebut, Kemenag konsisten mengombinasikan metode hisab sains serta aktivitas rukyatul hilal secara langsung di lapangan. Penerapan dua metode ini berjalan sesuai dengan koridor Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 yang lalu.
Tim ahli falak lebih dahulu melakukan perhitungan astronomi sebelum petugas mengonfirmasi hasil tersebut melalui pemantauan hilal di pos-pos daerah. Menag Nasaruddin Umar berharap hasil ketetapan resmi pemerintah ini bisa menyatukan seluruh elemen umat Islam di tanah air.
Seluruh masyarakat Muslim di Indonesia diharapkan dapat merayakan momentum hari suci kurban tahun ini secara bersama-sama dengan penuh suka cita. Hasil keputusan sidang isbat ini ternyata juga sejalan dengan maklumat yang telah dikeluarkan oleh pengurus pusat Muhammadiyah.
Organisasi Muhammadiyah sebelumnya memang telah menetapkan hari jatuhnya Idul Adha 1447 Hijriah pada tanggal yang sama, yaitu 27 Mei. Kesamaan ini mendatangkan rasa tenang serta memperkuat jalinan ukhuwah islamiyah di tengah kehidupan beragama masyarakat Indonesia yang majemuk.
Pemerintah daerah kini mulai berkoordinasi untuk mempersiapkan fasilitas lapangan pelaksanaan salat Id berjamaah serta pengawasan kesehatan hewan kurban. Langkah antisipasi ini penting demi menjamin kenyamanan serta keamanan pasokan daging kurban bagi masyarakat luas di berbagai wilayah.





