Kapal Tenggelam di Malaysia, Kemenlu RI Konfirmasi 16 WNI Meninggal Dunia dan 23 Orang Selamat

"Otoritas Malaysia berhasil menemukan total 39 WNI yang terdiri dari 23 korban selamat dan 16 meninggal," kata Jubir Kemenlu Yvonne.
KBRI Malaysia
KBRI Malaysia

porenesia.com – Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan sebanyak 16 warga negara Indonesia meninggal dunia dalam insiden kapal tenggelam di Malaysia. Peristiwa memilukan tersebut terjadi di kawasan Perairan Barat Pulau Pangkor, negara bagian Perak, Malaysia.

Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang menyatakan otoritas penyelamat Malaysia berhasil menemukan total 39 orang korban berstatus WNI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 orang WNI dinyatakan selamat dan 16 korban lainnya ditemukan meninggal dunia.

Para korban selamat tersebut tercatat berasal dari berbagai daerah seperti Aceh, Banten, Lampung, hingga Nusa Tenggara Barat. KBRI Kuala Lumpur terus menjalin koordinasi erat dengan otoritas setempat guna melakukan proses identifikasi seluruh jenazah.

Pihak kedutaan juga memberikan pendampingan hukum serta fasilitasi kekonsuleran bagi para korban selamat dan anggota keluarga mereka. Kemenlu RI menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim SAR dan Polis Maritim Malaysia atas kerja keras mereka.

Otoritas SAR Malaysia sendiri telah resmi menghentikan operasi pencarian korban pada tanggal 16 Mei 2026 yang lalu. Keputusan penghentian ini berjalan setelah tim penyelamat tidak menemukan tambahan korban baru pada pelaksanaan hari keenam.

Tim gabungan sebelumnya telah memperluas area operasi pencarian hingga mencakup wilayah seluas 244,76 mil laut persegi. Proses penyisiran tersebut melibatkan berbagai unsur kekuatan mulai dari armada laut, satuan udara, hingga personel darat.

Informasi awal dari pihak Malaysia sempat menyatakan jumlah penumpang kapal nahas tersebut hanya sebanyak 37 orang saja. Namun, proses pencarian riil di lapangan menemukan adanya tambahan korban sehingga angka totalnya mencapai 39 orang.

Berdasarkan laporan berkala, sejumlah jenazah kini berada di rumah sakit daerah Perak untuk menjalani proses autopsi. Pemerintah Indonesia berjanji akan terus mengawal proses pemulangan jenazah para korban menuju kampung halaman masing-masing.