Jaga Persatuan, Dua Sekolah Kompak Tolak Final Ulang LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar

"Saya menanggapi respons kedua SMA ini dengan sangat bangga karena mereka telah mengimplementasikan pelajaran 4 Pilar," ujar Abraham.
Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar
Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar

porenesia.com – Polemik sistem penilaian dalam babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat akhirnya berakhir mengejutkan. Dua sekolah yang menjadi finalis ajang tersebut justru kompak menolak keputusan panitia untuk menggelar babak final ulang.

Pihak SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas telah menyampaikan surat pernyataan sikap resmi mereka secara tertulis. Kedua sekolah berprestasi tersebut memilih mengakhiri polemik demi mengedepankan nilai persatuan, sportivitas, serta esensi dunia pendidikan.

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto mengaku merasa sangat bangga dengan keputusan mengejutkan dari kedua sekolah. Menurut Abraham, respons bijak tersebut mencerminkan implementasi nyata dari nilai-nilai Empat Pilar yang selama ini mereka pelajari.

Ajang LCC Empat Pilar memang berfungsi sebagai sarana efektif untuk menanamkan pemahaman kebangsaan kepada generasi muda Indonesia. Metode kompetisi sengaja dipilih karena dinilai jauh lebih menarik bagi para pelajar daripada metode sosialisasi searah yang biasa.

Kegiatan rutin ini bertujuan mulia untuk membentuk karakter pelajar tanah air yang berintegritas serta memiliki jiwa nasionalis. Selain itu, lomba ini juga sukses menumbuhkan budaya berpikir kritis, kerja sama tim, dan sportivitas tinggi.

Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati menegaskan bahwa aksi protes awal mereka bukan untuk menjatuhkan kredibilitas kepanitiaan. Pihak sekolah hanya ingin memperoleh kejelasan dan klarifikasi resmi agar mekanisme perlombaan berjalan secara transparan dan akuntabel.

SMAN 1 Pontianak menyatakan tetap menghormati hasil lomba serta mendukung penuh SMAN 1 Sambas ke tingkat nasional. Pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan dan mengajak semua pihak untuk menyelesaikan masalah dengan kebersamaan.

Sehari setelah pernyataan tersebut, kubu SMAN 1 Sambas juga ikut mengunggah pernyataan sikap serupa melalui media sosial. Mereka menolak pelaksanaan final ulang serta memberikan bantahan resmi terhadap segala bentuk tuduhan kecurangan dalam kompetisi tersebut.