Hadiri Milad ke-84 Jusuf Kalla, Anies Baswedan Puji Kontribusi Besar JK untuk Perdamaian Bangsa

"Tanpa menyinggung itu, pujian Anies terhadap JK secara tidak langsung membenamkan mereka," kata Direktur ABC Riset & Consulting Erizal.
Anies menghadiri Milad Jusuf Kalla
Anies menghadiri Milad Jusuf Kalla

porenesia.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara tasyakuran milad ke-84 Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. Dalam kesempatan tersebut, Anies melontarkan pujian tinggi terhadap kontribusi besar JK dalam menjaga perdamaian di Indonesia.

Menurut Anies, Jusuf Kalla memiliki peran yang sangat krusial dalam menyelesaikan berbagai konflik besar di tanah air. JK tercatat turun tangan langsung dalam proses rekonsiliasi damai di wilayah Ambon, Poso, hingga konflik berkepanjangan di Aceh. Anies bahkan menyebut sosok politikus senior tersebut sebagai figur teladan bangsa yang sangat layak dicontoh generasi muda. Pernyataan simpatik Anies ini kemudian mendapatkan sorotan tajam dari Direktur ABC Riset & Consulting Erizal.

Erizal menilai pujian dari Anies tersebut secara tidak langsung menjadi tamparan keras bagi para kritikus Jusuf Kalla. Sejumlah tokoh media sosial seperti Ade Armando, Grace Natalie, hingga Abu Janda belakangan ini kerap melayangkan kritik. Analis politik tersebut menilai bahwa tudingan penistaan agama yang sempat sejumlah pihak arahkan kepada JK terbukti tidak tepat. Erizal juga menegaskan bahwa Anies Baswedan memang sejak lama terkenal memiliki hubungan yang sangat dekat dengan JK.

Anies banyak menyerap ilmu dan belajar secara langsung dari gaya kepemimpinan mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut. Di mata Anies, JK merupakan sosok negarawan yang selalu aktif berpikir dan melahirkan gagasan besar untuk bangsa. Namun, Erizal juga memberikan catatan kritis bahwa rekam jejak kesuksesan politik JK selama ini tidak berdiri sendiri. Ia mencontohkan momentum Pilpres 2004 saat JK berhasil menjadi Wakil Presiden karena mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono.

Selanjutnya pada Pilpres 2014, JK kembali menduduki kursi orang nomor dua saat berpasangan dengan Joko Widodo. Sebaliknya, ketika JK maju sebagai calon presiden sendiri bersama Wiranto, mereka justru harus menerima kekalahan telak di lapangan. Erizal menambahkan bahwa faktor kedekatan dengan JK masih akan memengaruhi langkah politik jangka panjang Anies Baswedan ke depan. Pengaruh besar JK dinilai tetap krusial bagi Anies dalam menghadapi dinamika menuju kontestasi Pilpres 2029 mendatang.