porenesia.com – Gunung Marapi yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, kembali mengalami erupsi. Pos Pengamatan Gunung Api Marapi melaporkan bahwa aktivitas vulkanik tersebut menyemburkan abu setinggi 500 meter dari puncak.
Petugas PGA Marapi Bilal Allegra Munbaits mengonfirmasi bahwa letusan tersebut terjadi pada Sabtu pagi pukul 10.19 WIB. Kolom abu vulkanik hasil erupsi teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke sektor tenggara.
Instrumen seismograf milik petugas merekam aktivitas letusan ini dengan amplitudo maksimum mencapai angka 29,8 milimeter. Durasi gempa letusan dari gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut berlangsung selama 32 detik.
Saat ini, tingkat aktivitas gunung api aktif di Sumatra Barat tersebut masih bertahan pada Level II atau Waspada. Pihak otoritas melarang keras masyarakat maupun wisatawan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat Kawah Verbeek.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga mengingatkan warga mengenai adanya ancaman potensi banjir lahar dingin. Bahaya sekunder ini mengancam masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu langsung dari puncak gunung.
Ancaman banjir lahar dingin tersebut berpotensi menguat apabila wilayah puncak gunung diguyur hujan lebat dengan durasi lama. Petugas mengimbau warga segera memakai masker penutup hidung dan mulut apabila terjadi hujan abu di permukiman.
Masker sangat penting guna menghindari risiko gangguan saluran pernapasan akut akibat partikel halus abu vulkanik gunung. Petugas pengamat terus memantau perkembangan aktivitas seismik secara berkesinambungan selama 24 jam penuh di pos pengamatan.
Pemerintah daerah setempat meminta seluruh warga tetap tenang serta tidak mudah memercayai kabar bohong yang tidak jelas sumbernya. Sinergi informasi antara petugas pengamat dan warga menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana alam ini.





