porenesia.com – Polda Metro Jaya telah memeriksa 31 orang saksi untuk mengungkap insiden kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur. Para saksi terdiri dari pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu, hingga petugas operasional dari pihak PT KAI.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa kasus ini telah memasuki tahap penyidikan resmi. Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya kini menangani penyelidikan guna menemukan penyebab pasti tragedi yang merenggut belasan nyawa tersebut. Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan sejumlah barang bukti penting dari lokasi kecelakaan. Polisi juga tengah mendalami rekaman CCTV serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait hasil visum para korban.
Tahap selanjutnya, penyidik akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, hingga Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif mengenai prosedur keamanan di perlintasan sebidang. Tragedi maut yang terjadi pada Senin malam tersebut mengakibatkan total 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Insiden bermula saat sebuah taksi mengalami mogok di tengah perlintasan akibat gangguan sistem kelistrikan kendaraan.
KRL yang melintas kemudian menghantam taksi tersebut hingga menyebabkan rangkaian kereta berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur. Saat posisi berhenti, rangkaian KRL justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek dengan kecepatan tinggi. Tabrakan susulan tersebut menyebabkan gerbong belakang khusus wanita ringsek parah dan menjadi lokasi jatuhnya banyak korban jiwa. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan transparan guna menentukan pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian prosedur keamanan ini.
Masyarakat menaruh perhatian besar pada hasil penyidikan ini demi meningkatkan standar keselamatan transportasi kereta api di Indonesia. Kepolisian berkomitmen menuntaskan rangkaian penyidikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.





